Setiap orang pasti tidak akan pernah lepas dari maslah. Masalah selalu kita jumpai di setiap aspek kehidupan. Mulai dari masalah yang ‘kecil’ (mudah untuk diselesaikan) sampai masalah yang ‘besar’ (sulit untuk diselesaikan), pasti pernah menghampiri kita. Nggak jarang banyak orang yang jadi ‘stress’ karena masalah yang dia hadapi, dan tidak jarang orang-orang yang mengalami stress karena masalah itu bisa berakhir tragis –seperti kematian, gangguan mental, dll- tapi masalah itu juga bisa membuat orang yang mengalaminya menjadi jauh lebih baik –lebih bersikap positif, bisa belajar mengatasi masalah, dll. Setiap orang, setiap kehidupan pasti memiliki masalahnya masing-masing, dengan segala penyelesaian yang unik bahkan mencengangkan. Bisa di bilang kehidupan tidak akan benar-benar hidup tanpa sebuah masalah, bahkan untuk mendapat sebuah cerita ‘happy ending’ pasti harus melalui sebuah maslah terlebih dahulu. Kebanyakan orang menganggap bahwa masalah adalah sesuatu yang negatif, tapi tidak jarang orang yang bisa melihat dan mengambil sisi positif dari sebuah masalah. Biasanya orang-orang yang seperti itu adalah orang-orang yang melihat dari banyak sudut pandang, jadi mereka melihat masalah itu tidak hanya dari sisi ‘diri mereka sendir’ tetapi juga dari sisi ‘orang lain sebagai pengamat’, jadi mereka dapat melihat masalah itu dengan berbagai cara pandang yang unik dan aneh.
Menjadi orang yang dapat melihat masalah dengan positif bukanlah sesuatu yang mudah. Aku berusaha menjadi orang yang posotif terhadap masalah, dan ak masih dalam proses mewujudkan hal itu. Sebagai tahap awal ak mencoba lebih membuka diri dan berkata “welcome trouble” terhadap setiap masalah yang datang. Maksudnya dari membuka diri adalah lebih bisa bersikap tenang dalam menghadapi masalah yang datang, dan bisa meyakinkan diri sendiri bahwa masalah itu bisa di selesaikan dengan mudah. Aku punya sebuah contoh kasus dalam memperlakukan sebuah masalah dengan posotif.
“Ade cewe yang membicarakan aku dari belakang, cewe itu satu kampus dengan ku, tapi tidak satu jurusan. Aku tahu tentang itu dari teman ku yang satu jurusan dengan dia, dan kebetulan teman ku ini satu ruang kuliah dengan cewe tersebut. teman ku bilang kalo c cewe suka mengomentari setiap kelakuanku yang dia anggap tidak baik, dan biasanya itu berkaitan dengan sikap ku terhadap temen-teman cowo di jurusan ku. Mendengar hal seperti itu sungguh membuat ku geram, aku tidak habis pikir bahwa ada cewe yang bisa-bisanya membicarakan sikap-sikap ku padahal cewe itu tidak kenal dengan aku, dan pastinya aku juga tidak mengenal dia. Sebuah tanda tanya besar muncul di dalam diriku, APA YANG SEBENARNYA DIIGINKAN OLEH CEWE INI?? APAKAH AKU PERNAH BERBUAT SALAH KE DIA??. Aneh, aneh, dan aneh, hanya itu yang ku rasakan. Aku dicap cewe gatel, suka deket-deket sama cowo, centil, dan sebagainya. Halah, tahu apa dia tentang aku??. Di dalam benak sempat terbersit bahwa aku akan melabrak dia, aku akan marah-marah dan bertiriak di depan mukanya, sampai aku puas untuk mempermalukan dia. Pemikiran seperti itu bersarang beberapa hari di dalam kepalaku, aku jadi membicarakan dia di depan teman-teman ku (tidak dihadapannya), kemudian aku berpikir, kalau aku seperti ini lalu ‘apa bedanya aku dengan dia??’, kalau aku juga jadi membicarakan keburukan dia di depan teman ku pastinya dan 100% bisa dikatakan bahwa aku dan dia satu tipe, tidak ada beda. Sadar akan hal itu maka aku pun mulai membuka pikiran ku dan mulai melihat masalah ini dari sudut pandang orang lain, aku perlahan-lahan mulai meyakinkan diri bahwa masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, tanpa harus membuat ku 100% menjadi seperti dia (tukang gossip). Setelah memikirkan masalah ini dengan kepala dingin dan sedikit relax, aku pun memutuskan untuk tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, aku hanya akan DIAM dan TERSENYUM ketika –mungkin saja- kami bertemu. Aku rasa dengan seperti itu ya secara tidak langsung aku sudah MENANG untuk diri ku sendiri, tanpa harus membuang tenaga untuk marah-marah, dan tanpa harus repot-repot mencari dia untuk mempermalukan dia. Maka sekarang pun aku tidak terlalu menghawatirkan hal itu, dan aku lebih tenang. Lagi pula dari masalah ini aku mempelajari sesuatu, bahwa jika orang bersikap sesuatu yang negatif terhadap kita, maka jangan kita juga memperlakukan dia secara negatif. Dan satu hal lagi “AKU CUKUP POPULER SAMPAI ADA CEWE YANG MAU MENGGOSSIPKAN AKU” hahaaaaa… that’s funny, right?? LOL!”
Dari masalah ini aku pikir bahwa aku sudah melakukan dan menghadapi masalah ku dengan positif, karena aku berhasil mendapatkan sesuatu yang positif dari masalah itu. Dana aku berharap bahwa aku akan selalu bisa memperlakukan maslah yang datang dengan sikap dan pikiran posotif, karena maslah itu adalah guru yang baik untuk menuju ke perubahan yang lebih baik lagi. So, keep think positive, and let ur mind n ur self get some posotive thing from that. 
“Always think positive, even people think negative about u..”
bagus bgt mba.. jd orang yg ga kebawa napsu buat marah2 dan bales dendam k org itu. tetep jadi orang baik aja mba, biar malu sendiri kl dia dan org2 tau kenyataannya mah.
ReplyDeletemungkin dia sirik sama mba. dia ngegosip buat dpt perhatian dr tmn2nya, sebenernya orang yg ky gitu itu kasian loh, kayak org kesepian smp2 hrs cari perhatian. jadi, beruntunglah jd km mba selalu ada org2 yg merhatiin km. km punya keluarga, ka Arto dan 1C (yg mau jd 2C)
CHEER :D